Biro Psikologi, Lembaga Psikologi Terapan, Biro Psikologi Solo, Konsultasi Psikologi, Biro Konsultasi Jasa Psikologi, Lembaga Psikologi Terapan Citra Indonesia, lptcindo, lpt cindo, Biro Psikologi Terapan, Konsultan Manajemen SDM

HOTLINE NUMBER

0271 - 716096

EMAIL US

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

OPENING HOURS

08:00AM-17:00PM
Narsis : Pengertian, Definisi dan Asal Mulanya
(0 votes)

Narsis : Pengertian, Definisi dan Asal Mulanya

Narsis, Pengertian dan Definisinya. Asal Mula istilah Narsis. Konsep dan istilah narsisisme atau narsisistik berawal dari mitologi Yunani kuno tentang seorang pemuda tampan yang bernama Narsisus. Narsisus adalah putra dewa sungai, Cephissus. Pada saat itu Echo, seorang dewi yang tidak bisa berbicara, jatuh cinta kepadanya. Namun Narcisus bertindak kejam dan menolak cinta Echo. Pada suatu hari, Narsisus melewati sebuah danau yang sangat bening airnya dan melihat pantulan dirinya sendiri. Narsisus sangat mengagumi dan jatuh cinta pada pantulan itu. Narsisus sangat ingin menjamah dan memiliki wajah yang dilihatnya, tapi setiap kali mengulurkan tangannya untuk meraih pantulan itu, bayangan itu kemudian menghilang.

Narsisus tetap menunggu di tepi danau untuk mendapatkan bayangan yang menjadi obyek kekagumannya sampai mau menceburkan dirinya sendiri ke dalam danau dan akhirnya mati. Para dewa merasa kasihan padanya, sehingga Narsisus ditranformasikan menjadi tumbuhan berbunga yang diberi nama Narsisus berwarna kuning cerah, dan dikenal juga dengan nama Yellow Daffodil. Mitologi ini digunakan dalam Psikologi pertama kalinya oleh Sigmund Freud (1856-1939) untuk menggambarkan individu-individu yang menunjukkan cinta diri yang berlebihan. Freud menamakan “The narsissists” dan pelakunya disebut individu narsisistik atau seorang narsisis (http://www.psikologiums.net).

Lebih lanjut Fromm berpendapat, narsisme merupakan kondisi pengalaman seseorang yang dia rasakan sebagai sesuatu yang benar-benar nyata hanyalah tubuhnya, kebutuhannya, perasaannya, pikirannya, serta benda atau orang-orang yang masih ada hubungan dengannya. Sebaliknya, orang atau kelompok lain yang tidak menjadi bagiannya senatiasa dianggap tidak nyata, inferior, tidak memiliki arti, dan karenanya tidak perlu dihiraukan. Bahkan, ketika yang lain itu dianggap sebagai ancaman, apa pun bisa dilakukan, melalui agresi sekalipun (Pikiran Rakyat, 14/04/2003).

Menurut Spencer A Rathus dan Jeffrey S Nevid dalam bukunya, Abnormal Psychology (2000), orang yang narcissistic atau narsistik memandang dirinya dengan cara yang berlebihan. Mereka senang sekali menyombongkan dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian. Menurut Rathus dan Nevid (2000) dalam bukunya, Abnormal Psychology orang yang narsistik memandang dirinya dengan cara yang berlebihan, senang sekali menyombongkan dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian (Kompas, Jumat, 01 April 2005).

Sedangkan menurut Papu (2002) yang mengutip DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders – Fourth Edition) orang yang narsistik akan mengalami gangguan kepribadian, gangguan kepribadian yang dimaksud adalah gangguan kepribadian narsisistik atau narcissistic personality disorder. Gangguan kepribadian ini ditandai dengan ciri-ciri berupa perasaan superior bahwa dirinya adalah paling penting, paling mampu, paling unik, sangat eksesif untuk dikagumi dan disanjung, kurang memiliki empathy, angkuh dan selalu merasa bahwa dirinya layak untuk diperlakukan berbeda dengan orang lain.

Lebih lanjut menurut Menurut Sadarjoen (2003) yang mengutip Mitchell JJ dalam bukunya, The Natural Limitations of Youth, ada lima penyebab kemunculan narsis pada remaja, yaitu adanya kecenderungan mengharapkan perlakuan khusus, kurang bisa berempati sama orang lain, sulit memberikan kasih sayang, belum punya kontrol moral yang kuat, dan kurang rasional. Kedua aspek terakhir inilah yang paling kuat memicu narsisme yang berefek gawat.

 

Sumber: http://www.duniapsikologi.com/

Read 233 times
Biro Psikologi dan Konsultan Manajemen SDM terkemuka dan terpercaya di Indonesia dengan menyediakan program dan solusi yang berkualitas tinggi, up to date serta aplikatif untuk masyarakat Indonesia
LPTCINDO Lembaga Psikologi Terapan Citra Indonesia

Bottom Logo

 

Biro Psikologi dan Konsultan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) bergerak dalam jasa Layanan Psikologi dan Konsultan Manajeman SDM, menerima konsultan HRD, tes psikologi, konseling atau konsultasi psikologi, tes IQ, tes minat bakat dan karir, pelatihan / training dan pengembangan, outbound industri dan pendidikan serta service Human Resource Management (HRM)

Kontak Kami

Jl. Blewah Raya 2 No.11 Karangasem Solo - 57145

Phone & Fax
0271 - 716096

WhatsApp
0815 4839 2001