Displaying items by tag: biro psikologi
Saturday, 25 December 2010 02:14

Workshop Inovasi Pembelajaran

Materi training :

  1. Bagaimana mengelola emosi pribadi
  2. Bagaimana menghilangkan hambatan mental pada diri sendiri
  3. Bagaimana mengatasi pengaruh negative masa lalu yang menghambat masa sekarang dan masa depan
  4. Bagaimana memprogram ulang pikiran dgn Minds Technology
  5. Sub conscious dan conscious
  6. Gelombang otak dan cara kerja pikiran
  7. Mengatasi problem – problem masalah umum seorang pengajar
  8. Melakukan self Therapy
  9. Meningkatkan Level kesadaran diri
  10. Mengaplikasikan Mind Technology  untuk mengubah perilaku/emosi
  11. Bagaimana mengelola emosi siswa/i nya
  12. Bagaimana menghilangkan hambatan mental pada siswa/i nya
  13. Bagaimana membuat siswa/i melakukan apa yang kita inginkan untuk membuatnya menjadi yang terbaik - bagi dirinya dan bagaimana membuatnya stabil dan terus menjadi lebih baik
  14. Bagaimana mengatasi pengaruh negative masa kecil pada siswa/I yang menghambat menggapai impian
  15. Bagaimana meningkatkan percepatan proses belajar mengajar
Published in Education
Saturday, 25 December 2010 02:03

Mindset Therapy

Mindset Therapy for STUDENT

Masa remaja merupakan masa yang sangat rentan, ketika perkembangan biologis, psikologis dan perkembangan sosialnya menuntut dirinya untuk menyesuaikannya, seorang remaja memiliki tuntutan untuk senantiasa berprestasi, khususnya dalam lingkup akademis.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa prestasi akademis seorang remaja menjadi tolok ukur keberhasilan mereka. Dan baik secara langsung ataupun tidak langsung hal tersebut membangun konsep dirinya, apakah menjadi positif ataupun negatif. Konsep diri inilah yang nantinya membentuk mentalitas remaja baik dalam kehidupan mereka sekarang atau selanjutnya.

Memprogram ulang pikiran manusia merupakan hal yang sangat penting, untuk menset mental remaja bahwa dirinya mampu dan bisa berprestasi. Dengan Mindset Therapy hal ini dapat dilakukan, yaitu dengan menginstal ulang pikiran mereka yang sudah menganggap bahwa mereka bodoh, tidak mampu, pelajaran matematika sangat sulit, pelajaran bahasa Inggris sangat membosankan, saya tidak akan pernah bisa belajar dengan guru killer, ngapain harus giat belajar toh papa mama tetap bertengkar terus.

Program apapun yang telah diset dalam pikiran remaja, akan berimplikasi pada sikap & perilaku remaja. Dan hal tersebut, tidak cukup dapat diubah dengan hanya diberikan ceramah, teguran bahkan kemarahan yang ditujukan pada mereka.

Dengan Mindset Therapy, metode tersebut dapat menginstal ulang pikiran remaja untuk memiliki mentalitas positif yang berimplikasi pada sikap & perilaku khususnya dalam berprestasi. Selain itu, hypnosis dapat membangun mental yang kuat, tegar dan sabar walaupun banyak halang rintang yang harus dihadapi untuk berprestasi.

MANFAAT KEGIATAN

  • Bagi siswa/i dapat menjadi lebih termotivasi dalam berprestasi, serta dapat terbangun mentalitas yang sehat dan positif khususnya dalam menjalani kehidupan mereka
  • Bagi orang tua, Quantum Motivasi dapat membantu putra/i mereka untuk “menginstal ulang pikiran” sehingga putra/I mereka memiliki sikap & perilaku yang sehat & positif
  • Bagi pihak sekolah, dapat terbantu dalam proses therapy mental & psikologis sebagai pelengkap proses pendidikan yang telah dilakukan
  • Untuk Produk “ Problem Maping “ pihak sekolah akan medapatkan pemetaan masalah anak yang telah diklasifikasikan menurut bobot masalahnya sehingga akan lebih tepat dalam melakukan treatmen kepada anak yang tentunya bisa membantu meningkatkan prestasi anak.

 

Ada Dua produk Mindset Therapy

1. Quantum Motivasi Therapy

Untuk memotivasi siswa - siswi belajar & berprestasi dengan pendekatan spiritual building

 

2. Problem Mapping for Student

Untuk memetakan & melepaskan problem - problem siswa - siswi

Published in Training
Friday, 24 December 2010 21:39

Psikotes Industri

A. Kenal Diri Bawahan

Dalam paket ini akan diungkap aspek-aspek yang perlu diketahui oleh pimpinan perusahaan atau Manajer Personalia, yang diharapkan dapat membantu dalam mengadakan pembinaan, pengembangan serta pengaturan Team Work.

Aspek yang diungkap, meliputi :
Kemampuan, terdiri dari :

  1. Intelegensi (Kecerdasan umum)
  2. Penalaran
  3. Pemahaman
  4. Daya Tangkap
  5. Daya Analisa


Kepribadian
, terdiri dari :

  1. Dorongan berprestasi
  2. Teliti dan tertib
  3. Antisipasi
  4. Kontak sosial
  5. Kemandirian
  6. Toleransi
  7. Keuletan
  8. Kerja sama
  9. Agresi
  10. Dominasi
  11. Drive (Dinamis, Daya juang)


Sikap Kerja
, terdiri dari :

  1. Kecepatan Kerja
  2. Ketahanan Kerja
  3. Kemampuan Kerja Rutin
  4. Sistematika Kerja


Metode
: Performance Appraisal dengan Psychotes

B. Paket Seleksi, Promosi, Mutasi

Dalam paket ini, aspek yang diungkap didasarkan pada Job Description , kemudian akan ditentukan aspek apa yang akan mendukung kesuksesan pada Job yang bersangkutan.

SELEKSI

Dimasukkan untuk mengisi job tertentu, dengan karyawan yang sesuai, baik dari aspek kemampuan/kecerdasan, kepribadian serta gaya kerja.

PROMOSI

  1. Seorang karyawan yang akan dipromosikan ke suatu tugas pekerjaan yang lebih tinggi, jelas harus mempunyai persyaratan tertentu, antara lain :
  2. Aspek kemampuan, misalnya daya tangkap, kecerdasan  yang relatif tinggi.
  3. Aspek kepribadian, misalnya kemandirian (berani bertindak tanpa minta banyak dukungan), ketegasan, human relation.
  4. Kepemimpinan

MUTASI

Kemungkinan terjadi kesalahan pada seleksi awal hingga produktivitas kerja kurang optimal, maka mutasi dimaksudkan agar karyawan tersebut sesuai dengan bidang kerja yang baru.

Metode : Psychotes dan Interview.

Published in Psikotes
Friday, 24 December 2010 21:29

Psikotes Pendidikan

Pada sejarahnya dunia mengenal  beberapa teori mengenai kecerdasan. Pada awal tahun 70 –an di US  ada survei IQ pada orang muda yang menunjukkan bahwa kelompok orang muda hitam dan kelompok miskin, IQ nya lebih rendah daripada kelompok kulit putih dan kelompok orang kaya.

Padahal saat itu ada pengertian bahwa kecerdasan itu diturunkan (genetik). Adanya hasil survei ini memunculkan gelombang protes dari kelompok ilmuwan sosial yang melihat bahwa nanti IQ bisa digunakan untuk alat diskriminatif terhadap orang hitam dan miskin. Sebab dalam kenyataannya di lapangan pada waktu itu masalah kebodohan itu berkaitan erat dengan masalah sosial seperti kriminalitas dan obat obatan. 

Gelombang protes ini yang meluncurkan suatu pendekatan (ide) baru bahwa kecerdasan bukan karena diturunkan tetapi karena ditempa. Dari sinilah munculnya konsep Multiple Intelligence dengan salah satu tokohnya yang terkenal adalah Howard Gadner.

Konsep Multiple Intelligence terus berkembang di lapangan.. Sementara IQ sebagai alat ukur inteligensi secara klasik juga semakin berkembang.

Dari dua kubu itu terkenal dengan NATURE VERSUS NURTURE.

Nah di era tahun 1980-an itu, para psikolog mengembangkan pendekatan  NATURE + NURTURE sebagai akibat  dari konflik . NATURE VERSUS NURTURE.

Salah satu tokoh dengan pendekatan NATURE + NURTURE adalah Kurt Heller itu yang terkenal denga teori Model Munich  , yang kemudian meletakkan apa yang oleh Howard Gardner sebagai inteligensi dirubah menjadi bidang-bidang prestasi.


Jadi dengan pendekatan Kurt Heller, posisi inteligensi dikembalikan lagi, bahwa inteligensi itu potensi bawaan yang harus didukung agar muncul menjadi bidang-bidang prestasi. 

Di LPT CINDO sudah menganut pendekatan Kurt Heller pada produk Psikotes Pendidikan dengan tujuan agar potensi anak didik lebih  bisa dimaksimalkan dengan pendekatan teori kecerdasan yang baru dan sinergi dengan kebutuhan masa deban anak. Dengan mengakomodasi kecerdasan berbasis IQ dan kecerdasan presetasi yang berbasis Multiple Intellegence. Ditambah dengan pendekatan yang lain seperti Multisensori, Personality Intellegence, dan pemberdayaan otak dengan Brain Hemisphre Test, Konsep Diri dll.

Aspek aspek yang diungkap meliputi:

  • Tes kecerdasan (IQ),
  • Tes emosional (EQ),
  • Tes Spiritual Quotien, (SQ)
  • Tes Adversity Quotien. (AQ)
  • Tes konsep diri
  • Tes Kepribadian
  • Tes Dominasi Otak
  • Tes Multiple Intellegence
  • Tes Gaya belajar Anak
  • Tes Personality Intellegence
  • Tes penjurusan & tes minat bakat
  • Konsultasi & evaluasi, meliputi masalah pendidikan dan pertumbuhan anak serta kematangan social
  • Training Pendidikan,meliputi training guru efektif dan bimbingan remaja
  • Mind Tehnology for student (motivasi)

 

1. Test Multiple Intelligence

Setiap orang memilki kecerdasan yang berbeda. Prof. Howard Gardener seorang ahli riset dari Amerika mengembangkan model kecerdasan "multiple intelligence". Multiple intelligence artinya bermacam-macam kecerdasan. Ia mangatakan bahwa setiap orang memilki bermacam-macam kecerdasan, tetapi dengan kadar pengembangan yang berbeda. Yang di maksud kecerdasan menurut Gardner adalah suatu kumpulan kemampuan atau keterampilan yang dapat ditumbuh kembangkan.

Menurut Howard Gardener dalam setiap diri manusia ada 8 macam kecerdasan, yaitu:

  1. Kecerdasan linguistik
  2. Kecerdasan logik matematik
  3. Kecerdasan visual dan spasial
  4. Kecerdasan musik
  5. Kecerdasan interpersonal
  6. Kecerdasan intrapersonal
  7. Kecerdasan kinestetik
  8. Kecerdasan naturalis


2. Test Dominasi otak kanan - otak kiri

Otak adalah bagian paling vital dari tubuh manusia. Walaupun beratnya hanya sekitar dua persen dari bobot tubuh, namun di dalamnya terdapat puluhan ribu syaraf dan jutaan sel yang menjadi pusat kontrol utama tubuh kita.

Secara motorik, otak bagian kiri berfungsi mengendalikan tubuh sebelah kanan, sementara otak kanan mengendalikan belahan kiri. Dua bagian otak tersebut juga memiliki tugas masing-masing: Otak kiri umumnya berfungsi untuk kemampuan bicara, rasio, akademis dan keteraturan (bersifat analistis). Sementara otak kanan lebih mengarah pada kemampuan visual, intuisi, dan seni (bersifat kreatif).

Perbedaan teori fungsi otak kanan dan otak kiri telah populer sejak tahun 1960. Seorang peneliti bernama Roger Sperry menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 hemisfer (bagian), yaitu otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. Atas jasanya ini beliau mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981. Selain itu dia juga menemukan bahwa pada saat otak kanan sedang bekerja maka otak kiri cenderung lebih tenang, demikian pula sebaliknya.

• Dominasi otak kiri: Biasanya menyukai hal-hal yang bersifat eksakta, rasional dalam bertindak, gemar menyusun segala sesuatunya secara sistematis, memiliki kemampuan analistis yang sangat baik, tidak ekspresif, kemampuan berhitung dan daya hafal baik.

• Dominasi otak kanan: Menyukai hal-hal yang bersifat seni, mengadakan intuisi dalam bertindak, gemar membuat suatu tampilan menjadi menarik dengan warna dan bentuk, memiliki kemampuan visual dan spasial yang sangat baik (misalnya mengingat bentuk dan gambar), ekspresif, kemampuan dalam melukis, kerajinan tangan dan musik yang baik.

3. Test Type Belajar Anak

Setiap individu tidak hanya belajar dengan kecepatan yang berbeda tetapi juga memproses informasi dengan cara yang berbeda. Cara memproses informasi yang diperoleh dikenal dengan istilah gaya belajar. Menurut DePorter dan Hernacki (2002), gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Terdapat tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam memproses informasi (perceptual modality). Ketiga gaya belajar tersebut adalah gaya belajar Visual (belajar dengan cara melihat), Auditory (belajar dengan cara mendengar), dan Kinesthetic (belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh). Pada dasarnya setiap individu menggunakan semua indera dalam menyerap informasi.

Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda.

4. Test Personality Intelligence

Tiap saat kita berhadapan dengan bermacam-macam situasi. Terutama ketika berhubungan dengan orang lain.

Florence Litteur, penulis buku terlaris “Personality Plus” menguraikan, ada empat pola watak dasar manusia. Kalau saja semua sudah kita pahami, kita akan sangat terbantu sekali dalam berhubungan dengan orang lain.

Test ini mengungkap apakah anda termasuk Koleris, Sanguin, Plgmatis, atau melankolis.?

Published in Psikotes
Friday, 24 December 2010 20:07

About Us

lptcindo

Lembaga ini berdiri berawal dari kebutuhan masyarakat tentang pentingnya peranan/manfaat layanan psikologi dimasa perkembangan zaman sekarang ini.

Pendiri dari LPT-Citra Indonesia ini adalah Prof. Dr. H. Ratno Lukito MA.DCL dan Zeni Insiah. LPT-Citra Indonesia berdiri pada tanggal 10 Juli 2006 yang beralamat di Jl. Blewah Raya II No.11 Karangasem, Solo - Indonesia Telp/Hotline: (0271) 7092393 |  0815 4839 2001

TUJUAN LPT-CITRA INDONESIA

Memberikan layanan Jasa Psikologi kepada masyarakat dan menjadi jembatan antara dunia keilmuan dengan masyarakat umum dengan mengembangkan psikologi terapan yang dapat menjawab berbagai kebutuhan di masyarakat

BIDANG LPT-CITRA INDONESIA

LPT-CITRA INDONESIA merupakan Lembaga Psikologi Terapan yang bergerak di berbagai bidang meliputi : Bidang Pendidikan, Industri & Organisasi, Training, Outbond Klinis dan Sosial Kemasyarakatan.

PROGRAM LPT-CITRA INDONESIA

1. Bidang Pendidikan

  • Psikotes, meliputi
  • Tes kecerdasan (IQ),
  • Tes emosional (EQ),
  • Tes Spiritual Quotien, (SQ)
  • Tes Adversity Quotien. (AQ)
  • Tes konsep diri
  • Tes Kepribadian
  • Tes Dominasi Otak
  • Tes Multiple Intellegence
  • Tes Gaya belajar Anak
  • Tes Personality Intellegence
  • Tes penjurusan & tes minat bakat
  • Konsultasi & evaluasi, meliputi masalah pendidikan dan pertumbuhan anak serta kematangan social
  • Training Pendidikan,meliputi training guru efektif dan bimbingan remaja
  • Mind Tehnology for student (motivasi)
  • Mind Technology for student (problem mapping)

 

2. Bidang Industri & Organisasi

  • Psikotes untuk keperluan perusahaan meliputi tes seleksi, promosi & mutasi.
  • Assesment Center untuk keperluan evaluasi karyawan.
  • Konsultan Center, hal ini berhubungan dengan pengelolaan sdm perusahaan dan permasalahannya.
  • Tes untuk keperluan pribadi, termasuk tes pengukuran potensi diri dan kepribadian.
  • Program Pelatihan Bimbingan Masuk Kerja.
  • Bank data calon karyawan bagi perusahaan yang membutuhkan karyawan dalam bentuk jadi dan siap pakai.
  • Training Pengembangan SDM yang dikemas dengan metode InDoor dan Out Bond training.
  • Mind Technology at Work (Best Achievement Training)

 

3. Bidang Klinis

Meliputi Konsultasi Remaja dan dewasa (Keluarga, pekerjaan, perkawinan dll)
Klinik Mind Technology mengatasi permasalahan & isu psikologis.

4. Bidang Sosial Kemasyarakatan

Selain kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan program LPT-Citra Indonesia, LPT-Citra Indonesia juga mengadakan kegiatan-kegiatan seperti seminar, workshop, talk show atau event entertainment yang berhubungan dengan masalah pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

TENAGA LPT-CITRA INDONESIA

  • Konsultasi/Terapi dilakukan oleh Psikolog yang Profesional.
  • Tenaga pelaksana (Tester, Analisis dan Interpretasi) oleh tenaga Profesional dan Berpengalaman.
Published in About lptcindo
3
Next
End
Page 3 of 3